TENTANG MUSIK PUNK

http://samed09610338.student.umm.ac.id/files/2010/02/punk_public-300x225.jpg

LATAR BELAKANG

Dewasa ini perkembangan kehidupan dimasyarakat sangatlah dipengaruhi oleh banyak hal. Ekonomi, politik, bahkan budaya dapat mempengaruhi kehidupan masyarakat saat ini. Tak terkecuali perkembangan musik yang dapat mempengaruhi pola pikir dan gaya hidup masyarakat melalui lirik, nada, bahkan arti dari musik tersebut. Berbagai macam aliran musikpun kini mulai banyak bermunculan. Respon masyarakat juga bermacam-macam tentang munculnya berbagai macam aliran. Salah satu aliran yang muncul adalah aliran punk.  

 

 

RUMUSAN MASALAH

1.      Bagaimana sejarah punk?

2.      Siapakah tokoh yang melatarbelakangi munculnya aliran punk?

3.      Bagaimana gaya hidup penganut aliran punk?

4.      Bagaimana punk dimata masyarakat?

5.      Apa sajakah dampak positif dan negatif dari aliran punk di realita kehidupan sosial?

 

 

 

KAJIAN TEOROTIK

 

Dalam kedudukan sosial musik punk memiliki posisi yang kurang beruntung dimata masyarakat. Penganut aliran ini selalu mendapat pandangan sebelah mata. Gayanya yang cenderung semaunya, tidak mengenal aturan, dan memiliki gaya hidup yang terlalu bebas membuat masyarakat semakin menganggap bahwa aliran ini kurang baik untuk ditiru. Banyak sumber yang menyatakan bahwa aliran ini hampir selalu mendapatkan respon negatif dari lapisan masyarakat. (www.google.com)

 Dalam makalah ini akan dibahas tentang aliran punk dari sisi penganutnya dan dari sisi masyarakat luas.

 

 

 

 

PEMBAHASAN

 

A.    Sejarah punk

Punk merupakan sub-budaya yang lahir di London, Inggris. Pada awalnya, kelompok punk selalu dikacaukan oleh golongan skinhead. Namun, sejak tahun 1980-an, saat punk merajalela di Amerika, golongan punk dan skinhead seolah-olah menyatu, karena mempunyai semangat yang sama. Namun, Punk juga dapat berarti jenis musik atau genre yang lahir di awal tahun 1970-an. Punk juga bisa berarti ideologi hidup yang mencakup Aspek sosial dan politik. Kebanyakan penganut aliran punk berawal dari sebuah kerusakan keluarga, atau efek dari kekecewaan berat terhadap sesuatu.

Gerakan anak muda yang diawali oleh anak-anak kelas pekerja ini dengan segera merambah Amerika yang mengalami masalah ekonomi dan keuangan yang dipicu oleh kemerosotan moral oleh para tokoh politik yang memicu tingkat pengangguran dan kriminalitas yang tinggi. Punk berusaha menyindir para penguasa dengan caranya sendiri, melalui lagu-lagu dengan musik dan lirik yang sederhana namun kadang-kadang kasar, beat yang cepat dan menghentak.

Banyak yang menyalahartikan punk sebagai glue sniffer dan perusuh karena di Inggris pernah terjadi wabah penggunaan lem berbau tajam untuk mengganti bir yang tak terbeli oleh mereka. Banyak pula yang merusak citra punk karena banyak dari mereka yang berkeliaran di jalanan dan melakukan berbagai tindak kriminal.

Punk lebih terkenal dari hal fashion yang dikenakan dan tingkah laku yang mereka perlihatkan, seperti potongan rambut mohawk ala sukuindian, atau dipotong ala feathercut dan diwarnai dengan warna-warna yang terang, sepatu boots, rantai dan spike, jaket kulit, celana jeans ketat dan baju yang lusuh, anti kemapanan, anti sosial, kaum perusuh dan kriminal dari kelas rendah, pemabuk berbahaya sehingga banyak yang mengira bahwa orang yang berpenampilan seperti itu sudah layak untuk disebut sebagai punker.

Punk juga merupakan sebuah gerakan perlawanan anak muda yang berlandaskan dari keyakinan we can do it ourselves. Penilaian punk dalam melihat suatu masalah dapat dilihat melalui lirik-lirik lagunya yang bercerita tentang masalah politik, lingkungan hidup, ekonomi,ideologisosial dan bahkan masalah agama.

 

 

B.     Tokoh aliran punk

Kegagalan Reaganomic dan kekalahan Amerika Serikat dalam Perang Vietnam di tahun 1980-an turut memanaskan suhu dunia punk pada saat itu. Band-band punk gelombang kedua (19801984), seperti Crass, Conflict, dan Discharge dari Inggris, The Ex dan BGK dari Belanda, MDC dan Dead Kennedys dari Amerika telah mengubah kaum punk menjadi pemendam jiwa pemberontak (rebellious thinkers) daripada sekadar pemuja rock n’ roll. Ideologi anarkisme yang pernah diusung oleh band-band punk gelombang pertama (19721978), antara lain Sex Pistols dan The Clash, dipandang sebagai satu-satunya pilihan bagi mereka yang sudah kehilangan kepercayaan terhadap otoritas negara, masyarakat, maupun industri musik.

 

C.     Gaya hidup penganut aliran punk

 Gaya hidup dan pola pikir para pendahulu punk mirip dengan para pendahulu gerakan seni avant-garde, yaitu dandanan nyleneh, mengaburkan batas antara idealisme seni dan kenyataan hidup, memprovokasi audiens secara terang-terangan, menggunakan para penampil (performer) berkualitas rendah dan mereorganisasi (atau mendisorganisasi) secara drastis kemapanan gaya hidup. Para penganut awal kedua aliran tersebut juga meyakini satu hal, bahwa hebohnya penampilan (appearances) harus disertai dengan hebohnya pemikiran (ideas).

Punk selanjutnya berkembang sebagai buah kekecewaan musisi rock kelas bawah terhadap industri musik yang saat itu didominasi musisi rock mapan, seperti The Beatles, Rolling Stone, dan Elvis Presley. Musisi punk tidak memainkan nada-nada rock teknik tinggi atau lagu cinta yang menyayat hati. Sebaliknya, lagu-lagu punk lebih mirip teriakan protes demonstran terhadap kejamnya dunia. Lirik lagu-lagu punk menceritakan rasa frustrasi, kemarahan, dan kejenuhan berkompromi dengan hukum jalanan, pendidikan rendah, kerja kasar, pengangguran serta represi aparat, pemerintah dan figur penguasa terhadap rakyat.

Akibatnya punk dicap sebagai musik rock and roll aliran kiri, sehingga sering tidak mendapat kesempatan untuk tampil di acara televisi. Perusahaan-perusahaan rekaman pun enggan mengorbitkan mereka.

Gaya hidup ialah relatif tidak ada seorangpun memiliki gaya hidup sama dengan lainnya. Ideologi diambil dari kata “ideas” dan “logos” yang berarti buah pikiran murni dalam kehidupan. Gaya hidup dan ideologi berkembang sesuai dengan tempat, waktu dan situasi maka punk kalisari pada saat ini mulai mengembangkan proyek “jor-joran” yaitu manfaatkan media sebelum media memanfaatkan kita. Dengan kata lain punk berusaha membebaskan sesuatu yang membelenggu pada zamannya masing-masing.

D.    Punk dimata masyarakat

Penampilan punk yang cenderung berantakan sering dianggap mengganggu “pandangan” masyarakat. Kehidupan yang keras membuat punk terkesan anarkis, meskipun gaya mereka cenderung anarkis tetapi tidak semua penganut aliran ini bertingkah laku anarkis. Pola pikir masyarakat luas yang cenderung mengutamakan keteraturan, kedisiplinan, dan aturan yang berlaku di kehidupan masyarakat pada umumnya, membuat definisi mereka tentang punk berkesan buruk karena punk tidak mengikuti kebiasaan masyarakat pada umumnya.

Lirik dari musik punk yang cenderung keras dan menyindir kalangan politik dan elite membuat masyarakat khusunya kaum politik dan elite merasa gerah dengan keberadaan punk.

 

E.     Dampak positif dan negatif dari aliran punk di realita kehidupan sosial

Dampak positif dari aliran punk:

a.       Bagi kalangan politik dan elite yang masih mempunyai kepedulian kepada masyarakat bawah, mereka akan lebih peka terhadap sindiran yang dilakukan oleh aliran punk melalui lirik dari musik mereka, karena sebenarnya sindiran yang dilakukan oleh aliran punk merupakan gambaran realita yang benar-benar ada.

b.       Bagi penganut aliran punk, mereka dapat mengekspresikan isi hati mereka, kekecewaan mereka, paradigma, dan pandangan mereka terhadap sesuatu yang terjadi melalui lirik-lirik dari musik mereka.

 

Dampak negatif dari aliran punk:

a.        Bagi kalangan politik dan elite yang benar-benar merasa terancam dengan kehadiran mereka melalui lirik-liriknya, bisa menimbulkan kejadian anarkis bagi kedua belah pihak.

b.      Bagi para orang tua, mereka merasa resah dengan kehadiran punk, karena dikhawatirkan akan membuat anak mereka mengikuti gaya dan tren dari punk tersebut.

c.       Bagi penganut aliran punk yang anarkis, mereka sering meresahkan masyarakat dan sering dianggap sebagai sampah masyarakat.

 

 

 

 

KESIMPULAN

 

Punk hanyalah sebuah aliran yang ingin mencurahkan isi hatinya serta kekecewaanya terhadap sesuatu, (sistem politik, keadilan, ekonomi, dan ketatanegaraan di sebuah bangsa ) melalui tingkah laku bahkan lirik-lirik dari musik mereka. Namun cara mereka mungkin sedikit kurang bisa diterima di masyarakat luas karena caranya yang terlalu vulgar, seperti lirik-lirik yang terlalu “berani” mengkritik sesuatu. Sebenarnya punk tidaksepenuhnya negatif, karena punk memang sering menggambarkan keadaan yang kacau dan rumit di negeri ini melalui musik dan lirik yang mereka buat. Seharusnya masyarakat luas tidak memandang punk secara negatif terus menerus. Alangkah baiknya masyarakat perlu peduli dengan aliran ini, karena bagaimanapun mereka juga memliki hati nurani.

 

 

 

 

This entry was posted in blog, culture, study, Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s