sama tetapi berbeda dalam berpendapat

pada saat sore saya makan di tempat pedagang kaki lima, sambil menunggu masakan dihidangkan saya membaca surat kabar lokal yang ada di sebalahku, saat saya membuka lembar demi lembar tiba-tiba saya terfokus pada gambar sebuah ansambel musik string, saat itu mulailah saya tertarik membaca artikel tersebut karena saya sendiri juga menekuni musik string khususnya biola. inti dari artikel tersebut mengatakan bahwa “musik Indonesia saat ini sudah tidak sehat dikarenakan musik yang ada hanya menekankan kepopuleran dan materi, tidak menekankan pendidikan atau ilmu musik yang benar”, cukup sampai sini saya sangat setuju karena musik di Indonesia sudah tidak menekankan pada kualitas musik itu sendiri tetapi hanya mementingkan kepopoleraritas. maka dari itu mereka mendirikan suatu kelompok musik sendiri, dengan para musisi yang pada intinya haus akan kebenaran bermusik, mereka mengungkapkan bahwa musik yang mereka bawakan keluar dari musik yang ada saat ini. sampai sini saya ingin menyanggah pernyataan mereka, sekali lagi maaf pernyataan mereka merupakan pernyataan yang sangat sempit, seolah-olah mereka hanya mempertahankan ideologi mereka sendiri/ mempertahankan komunitasnya, kegiatan mereka benar tetapi mereka memandang musik dalam artian sempit dan mereka seperti manganggap kegiatan mereka yang benar, dari segi ilmu mereka benar karena meraka mendapat pendidikan musik institusi seni yang sangat termasyur di Indonesia. maaf saya mengatakan mereka sempit dalam melihat musik karena mereka menganggap musik yang ada di Indonesia saat ini hanya mementingkan kepopuleran dan materi, saya pada intinya setuju, tetapi cobalah melihat dari sisi lain, mereka para pelaku industri musik itu tidak bisa disalahkan begitu saja karena mereka mencari nafkah dengan industri musik tersebut. para pelaku industri musik tersebut tetap berusaha mencari cara agar penikmat musik dapat terus mendapat hal baru. mereka yang membuat kelompok sendiri tersebut yang mengatakan bahwa musik Indonesia kurang sehat, saya pikir meraka dengan santai mengatakan tersebut karena mereka sendiri masih berstatus mahasiswa yang secara otomatis segala macam biaya kehidupannya masih bergantung kepada orang tua, belum terpikir untuk bagaimana mendapat uang dari berkegiatan musik. saya hanya menyarankan tetaplah berkarya, sajikan musik-musik yang baik dan berkualitas. tetapi “lihatlah musik dari sudut yang luas”  

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s