ketika media hiburan berubah menjadi tempat pengalihan isu

media hiburan adalah sarana untuk sejenak meninggalkan rutinitas harian, entah itu pekerjaan, dan kesibukan sekolah. semua mencari hiburan diberbagai media, baik media elektronik, dan media cetak. mencari hiburan sebagai penghilang rasa capek atau bahkan stres dalam pekerjaan, tetapi apa yang terjadi saat ini, semua media baik cetak maupun elektronik berubah menjadi sarana pengalaihan isu. alih-alih sebagai sarana informasi tetapi sepertinya masyarakat mau tidak mau harus menerimanya/ mengkonsumsinya. sedikit cerita.

sebut saja namanya yanto, dia adlah karyawan pada sebuah perusahaan. dia bekerja dari pagi sampai sore hari. Ia bekerja sangat berat, tetapi ia senang dan bangga melakukannya dari pada hanya menongkrong, mengingat teman-teman sekampungnya belum berpikir untuk bekerja. Dia bangga karena ia merasa seperti menjadi contoh dalam kampung yang Ia tinggali. Ia menjadi contoh karena ia memilh untuk bekerja mendapat penghasilan dari pada bermain dan nongkrong tidak jelas itu, mengingat umurnya yang sudah cukup untuk bekerja, atau bahkan mempunyai istri. suatu ketika di sore hari lebih tepatnya hampir menunjukkan waktu shalat maghrib, yanto pulang dari tempat kerjanya menuju rumah. dengan rasa cepek itu yanto disambut ibunya dengan senyuman. ibunya langsung memanaskan air untuk mandi yanto, agar badan yang capek segera hilang. langsung saja yangto menyalakan televisi berharap hanya televisi itulah tempat sementara untuk mencari hiburan sejenak meninggalkan ritinitas yang melelahkan, tetapi apa yang terjadi, alih-alih mencari hiburan malh kepala tambah pening, iya bagaimana tidak pening kepala jika yang di tonton semuanya kekisruhan dari berbagai segi, tetapi yang membikin yanto tambah pening seolah-olah kepalanya bisa diputar 360 derajat… melihat kekisruhan koruptor,,,ya ampuuunn.. mereka mencuri uang negara yang seharusnya untuk rakyat malah untuk keperluan pribadi…yanto yang bekerja sehari penuh demi masa depannya pun sebetulnya sudah tidak peduli dengan kejadiaa seperti itu…tetapi ia seperti dipaksa untuk mengkonsumsi isu-isu tersebut….”kemana harus mencari hiburan yang bermutu”

mr-bean

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s