“BELAJAR MUSIK SEJAK DINI MENGHINDARKAN ANAK DARI KEKERASAN”

“BELAJAR MUSIK SEJAK DINI MENGHINDARKAN ANAK DARI KEKERASAN”

  1. A. Latar Belakang Masalah

Musik merupakan bunyi-bunyian yang dapat menggambarkan suasana hati setiap orang, baik itu sedih, gembira dan lainnya. Belajar musik sejak dini baik untuk perkembangan anak itu sendiri, dalam segi psikomotoroik anak akan berkembang dan juga pengolahan rasa dalam diri anak akan terlatih. Belajar musik yang diterapkan kepada anak usia dini juga akan menghindarkan anak dari kekerasan, seperti tawuran, perkelahian antar pelajar dan juga kekerasan lainnya. Mengapa belajar musik sejak dini dapat menghindarkan anak dari kekerasan karena usia dini merupakan usia yang masih memerlukan bimbingan dan arahan, disamping itu usia ini mudah sekali meniru apa yang ada dihadapan mereka, jadi jika anak sudah diperlihatkan tentang kekerasan, perkelahian, dan kekerasan lainnya maka anak akan meniru apa yang telah mereka lihat. Disamping itu jika anak sudah diperkenalkan musik sejak dini maka kemungkinan anak akan terhindar dari kekerasan, karena didalam musik anak diajarkan tentang pengolahan rasa, dan juga keindahan. Sehingga rasa keindahan dan rasa itu akan tertanam pada diri anak tersebut. Ada beberapa manfaat yang dapat diambil apabila anak distimulus dengan musik sejak dini, antara lain.

  • Anak lebih mudah untuk mendengarkan orang lain.
  • Anak mempunyai kepekaan terhadap alam, rasa dan lingkungannya.
  • Membantu anak mempelajari berbagai keterampilan yang perlu dikuasai anak atau sesuai dengan bakat anak.
  • Membantu anak untuk mengekspresikan dan mengembangkan kratif anak.
  • Anak mampu menata emosinya, perasaan sedih atau senang dapat dicurahkan melalui musik dan jasa.
  • Mengembangkan imajinasi kreatif anak lewat musik klasik dan moderen (Mozart 1994)
  • Membangun perasaan pada anak memberi banyak pengalaman seni kreatif. Misalnya dengan menari, menggambar sesuai dengan irama musik yang didengar oleh anak. Musik juga mampu memberi semangat yang menggairahkan bagi anak-anak.
  • Apresiasi anak pada musik juga akan tumbuh dan berkembang dalam diri anak. Kalau apresiasi sudah tumbuh, maka ia bisa menganalisa nada yang terdengar.
  • Musik dapat merangsang otak anak.
  • Musik memberi pengaruh positif dalam hal persepsi emosi.
  • Musik dapat meningkaatkan perkembangan motorik.

Musik yang diajarkan kepada anak sejak dini akan meningkatkan kreatifitasnya yang kelak juga dapat menjadi bakat yang dapat berguna dikehidapannya kelak saat dewasa.

 

 

  1. B. Perumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah yang sudah dijelaskan, maka perumusan masalah dapat dirumuskan sebagai berikut:

  1. Apa pengaruh musik bagi perkembangan anak?
  2. Bagaimana cara meningkatkan minat belajar musik bagi anak?
  3. Apakah dengan belajar musik menghindarkan anak-anak dari kekerasan?

 

 

  1. C. Tujuan
    1. Untuk mengetahui pengaruh belajar musik sejak dini terhadap perkembangan emosional anak sebagai upaya mengurangi prilaku kekerasan dikalangan remaja.
    2. Untuk meningkatkan kemampuan musikalitas anak sedini mungkin guna menunjang bakatnya didalam musik.
    3. Menumbuh kembangkan kepercayaan diri anak agar lebih aktif dalam belajarnya.

 

  1. D. Luaran Penelitian

Mengurangi tingkat kekerasan terhadap diri anak-anak dengan cara mengenalkannya/ mengajarkan musik. Karena dengan musik anak-anak dilatih untuk mengolah rasa yang ada didalam dirinya, sehingga anak secara tidak langsung diajak untuk selalu berfikir positif dan berusaha untuk selalu merasakan hal keindahan. Ini secara tidak langsung anak akan memilih mana yang baik dan yang tidak. Disamping itu rasa percaya diri anak akan meningkat, dikarenakan anak mempunyai kemampuan/bakat dalam bermusik. Ini baik untuk masa tumbuh kembangnya.

 

  1. E. Kegunaan

Dari hasil penelitian ini diharapkan akan tumbuh minat belajar musik dalam diri anak sedini mungkin, disamping untuk menghindarkan anak dari hal-hal negatif, juga untuk menumbuh kembangkan bakatnya dibidang musik. Secara tidak langsung psikomotorik dan olah rasa ikut berkembang. Ini semua tidak lepas dari dukungan orang tua untuk mendidik anaknya dengan baik untuk menghindarkannya dari kekerasan.

 

  1. F. Tinjauan Pustaka

Perilaku kekerasan pada anak pada dasarnya hanya meniru, jadi lingkungan tempat tinggal sangat mempengaruhi. Musik juga mempengaruhi perkembangan IQ (inteligent quotion) dan EQ (emotional quotion) anak. Anak yang dibiasakan mendengarkan musik dari sejak kecil maka kecerdasan emosional dan intelegensinya akan lebih berkembang dibandingkan dengan anak yang jarang mendengar musik. Sebuah studi oleh DR. E. Glenn Schellenberg dari University of Toronto Canada menyebutkan bahwa anak berusia 6 tahun yang mengikuti pelatihan musik selama satu tahun mampu memberikan hasil berupa peningkatan kecerdasan IQ dibanding anak yang tidak pernah mengikuti pelatihan musik. Penelitian menunjukkan bahwa musik dapat memberikan rangsangan-rangsangan yang kaya untuk segala aspek perkembangan secara kognitif dan kecerdasan emosional (emotional intelligent) bagi anak. Roger Sperry (1992) dalam Siegel (1999) penemu teori Neuron mengatakan bahwa neuron baru akan menjadi sirkuit jika ada rangsangan musik sehingga neuron yang terpisah-pisah itu bertautan dan mengintegrasikan diri dalam sirkuit otak, sehingga terjadi perpautan antara neuron otak kanan dan otak kiri itu. Namun konsep kecerdasan emosi baru memasuki forum publik setelah psikolog Danrel Goleman dari Universitas Harvard dalam buku “Emotional Inteligence” (1994) menyatakan bahwa “Kontribusi IQ bagi keberhasilan seseorang hanya sekitar 20% dan sisanya yang 80% ditentukan oleh serumpun faktor-faktor yang disebut kecerdasan emosional”. Kecerdasan emosional (EQ) adalah proses pembelajaran yang berlangsung seumur hidup. Memang ada temperamen khusus yang dibawa seorang anak sejak ia dilahirkan, tetapi pola asuh orang tua dan pengaruh lingkungan akan membentuk “cetakan emosi seorang anak yang akan berpengaruh besar pada perilakunya sehari-hari” (Bambang Sujiono dan Yuliani Nurani Sujiono, 2005: 115).

Menurut Elisabeth B. Hurlock dalam bukunya “Perkembangan Anak Jilid 1” (1997:214) menjelaskan metode belajar yang menunjang perkembangan emosi anak sebagai berikut:

  1. Belajar secara coba-coba.

Anak belajar secara coba untuk mengekspresikan emosi dalam bentuk prilaku yang memberikan pemuasan terbesar kepadanya dan menolak perilaku yang memberikan pemuasan sedikit atau samasekali tidak memberikan pemuasan.

  1. Belajar dengan cara meniru.

Anak-anak bereaksi dengan emosi dan metode ekspresi yang sama dengan orang-orang yang damatinya.

  1. Pelatihan.

Belajar di bawah bimbingan dan pengawasan terbatas pada aspek reaksi yaitu reaksi menyenangkan dantidak menyenangkan. Peran orang tua, guru, dan lingkungan sekitar mempengaruhi perkembangan anak.

Selain manfaat kognitif dan emosi, masih banyak lagi kegunaan musik bagi anak-anak. Contohnya, musik dapat meningkatkan perkembangan motoriknya, meningkatkan kemampuan berbahasa, matematika, dan juga kemampuan sosialnya. Musik tidak lepas dari fungsi ekpresi emosional, di barat musik digunakan untuk mestimulasikan prilaku sehingga dapat menghadirkan ketenangan. Pentingnya mencegah kekerasan terhadap anak perlu diketahui oleh orang tua yang secara tidak langsung menanganinya, jika kekerasan terjadi pada anak, atau anak mendapat tindakan kekerasan maka akan mempengaruhi mental kelak dewasa. Sudah banyak contoh-contoh orang terkenal didunia ini yang sejak kecil mendapat atau terlibat kekerasan, dan kehidupan dewasanya menjadi orang keras.

Contohnya Hitler seorang penguasa Jerman pada masanya, menurut biografi kehidupan masa kecilnya sangat tidak bahagia. Hitler kecil pernah dipukul dan diusir dari komunitasnya yang menyebabkan sakit hati yang berkepanjangan, marah, dendam, dan pada masa dewasanya ketika menjadi orang nomor satu di Jerman, menjadikan orang yang paling menakutkan, membunuh lebih dari tiga juta orang yahudi dan anti terhadap agama, dan menjerumuskan Jerman ke perang dunia ke II. Dan masih banyak contoh lainnya, jadi kesimpulannya jika anak diajarkan pada lingkungan penuh kekerasan, maka anak akan meniru dan kelak dikehidupan dewasa menjadi orang yang mempunyai kepribadian yang keras

 

 

  1. G. Metode Pelaksanaan

Pelaksanaan penelitian ini bisa dilakukan pada salah satu lembaga taman kanak-kanak (TK), dengan cara memperkenalkan dan juga mengajarkan musik. Musik yang diajarkan seperti musik klasik dengan teknik yang ringan, musik anak-anak dengan lirik yang mendidik, musik jenis apapun bisa diajarkan atau diperkenalkan asalkan musik tersebut dengan irama yang ringan dan tenang jika didengarkan. Hasil dari penelitian ini dapat diketahui dalam jangka waktu yang relatif panjang, pelaksanaannya bisa berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun. Pelatihan dan pengenalan musik bisa dilakukan satu minggu dua kali.

Hasil akhir yang diharapkan anak-anak dapat memainkan musik-musik sederhana sesuai keinginannya. Ini bertujuan untuk mengolah rasa dan musikalitasnya, dan juga anak-anak dapat menciptakan musik sederhana. Setelah dilakukan secara rutin maka anak akan merasa senang dengan musik, dan minat akan berlatih musik meningkat. Pengamatan akhir akan tampak anak mulai menemukan semacam dunia bermain dalam hal ini musik, maka hal positif akan didapat anak.

 

 

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s